Minggu, 19 Agustus 2012

Kisah Jemaat Mula-mula


13.09 | ,

Bacaan : Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 
(Kisah Para Rasul 2:41-43 ITB)

  Bagaimaana kehidupan gereja yang pertama? Kehidupan gereja pertama bertumbuh oleh pimpinan Roh Kudus oleh pengajaran para Rasul Yesus. Orang-orang menerima perkataan-Nya itu dan memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah bertambah kira-kira 3000 jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dalam persekutuan, selalu berkumpul memecahkan roti dan berdoa, dan mereka merasa takut karena para rasul banyak mengadakan mujizat.
   Dalam kehidupan kita ada kalanya mendengar pemberitaan firman Tuhan yang di sampaikan oleh hamba-hamba Tuhan, kita jemaat yang mendengar tidak ada rasa takut dan menerima kebenaran firman Allah. Kalau kita menerima pengajaran firman Allah harus ada perubahan dan melaksanakannya dalam kehidupan ini, sebab kalau tidak ada rasa takut ada kegersangan dalam hidup kita.
  Secara internal, dalam persekutuan kita sebagai jemaat harus ada kerjasama, agar kita disukai semua orang. Bagaimana kalau jemaat menakuti sesama jemaat dalam persekutuan jemaat. Bagaimana juga kita mencerminkan sebagai anak Tuhan? Kisah 5:13. Orang lain tidak berani menggabungkan diri kepada mereka, namun mereka sangat dihormati orang banyak. Kita sebagai anak Tuhan harus jadi teladan dan selalu takut kepada Tuhan sehingga semakin banyak orang menyukai kita.
   2 Korintus 3:2-3 “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis di dalam hati kami dan yang di kenal dan yang dapat di baca oleh semua orang. Karena telah ternyata bahwa kamu adalah surat Kristus.” Jadi kita umat yang percaya kepada Tuhan adalah Surat yang terbuka dan siap di baca oleh semua orang. Jangan seperti kalimat “ta sontong sadiki ta pelah besar”. Oleh sebab itu kita harus memperhatikan buah-buah Roh, salah satunya Kasih. Jangan pernah permalukan nama Tuhan, kita jemaat berusaha untuk dihormati dan dihargai orang dalam persekutuan jemaat, itu adalah luar biasa. Orang-orang yang dari kegelapan datang pada terang-Nya yang ajaib. H A L E L U Y A !!!


You Might Also Like :


0 komentar:

Posting Komentar