Jumat, 21 Oktober 2011

Makna Paskah

Posted On 23.20 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Paskah atau kebangkitan adalah hari kemenangan bagi umat yang percaya kepada Yesus Kristus. Dalam menghayati dan merenungkan betapa Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Biarlah firman ada dalam hati kita dan Yesus selalu ada dalam hati orang yang percaya kepada-Nya.
Firman Allah katakan “pada mulanya adalah firman. Fiman bersama-sama dengan Allah, dan firman itu adalah Allah”. Jadi firman Allah kita simpan dalam hati kita dan berlakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbahagialah orang yang hidup sesuai Firman, walaupun sering menemui pergumulan dan tantangan tapi kalau kita bertobat dan tinggal diam akan diselamatkan.
Paskah adalah normalisasi bagi kehidupan, siapa yang datang pada-Nya harus sanggup memikul beban sebab bagi orang percaya tidak binasa tapi memperoleh hidup yang kekal. Kita harus bangkit dan serukan nama Yesus, sebab hanya Allah yang bangkit dan hidup, oleh sebab itu kita harus memaknai paskah kebangkitan Yesus Kristus. Hidup kita harus sesuai dengan cara Tuhan, atau keinginan Tuhan.
Damai sejahtera Ku berikan kepadamu, apa yang kita minta pasti Tuhan berikan, walaupun sedikit tapi ada sukacita pasti dicukupkan oleh Tuhan. Firman Tuhan katakan “Mintalah maka kamu akan diberikan, ketuklah maka kamu akan di bukakan”. Agar kita diberkati, harus hidup dengan cara Tuhan, menyenangkan hati Tuhan karena Tuhan sudah membayar lunas dosa-dosa kita. Allah tidak memilih orang, tapi diberkati bagi semua orang yang memiliki Roh kudus yang tinggal tenang dan percaya.
Jadi dalam kehidupan orang yang percaya harus selalu hidup takut akan Tuhan agar berkat selalu melimpah dalam hidup ini. H A L E L U Y A . . . !!!

Oleh Ev. Olden Remba Binambuni


Jumat, 23 September 2011

Tahan Uji Jalan Kemenangan

Posted On 07.39 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Tahan Uji jalan Kemenangan atas Percobaan


Orang percaya yang tahan uji adalah orang yang mengandalkan Tuhan dan FirmanNya, dan ia akan menang menghadapi setiap pencobaan. Karena pencobaan demi pencobaan akan membuat kita menjadi tahan uji, dan memper kokoh iman kita. KEMENANGAN adalah bagi orang yang sungguh-sungguh dalam TUHAN.. . ! Amin.

"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (Yakobus 1:12).


Rabu, 21 September 2011

Tuhan Yesus Baik - LirikTuhan Yesus Baik - Lirik

Posted On 15.24 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Tuhan Yesus Baik

TIADA BERKESUDAHAN
KASIH SETIA-MU TUHAN

S’LALU BARU RAHMAT-MU BAGIKU

HARI BERGANTI HARI
TETAP ‘KU LIHAT KASIH-MU

TAK PERNAH BERAKHIR DI HIDUPKU


TUHAN YESUS BAIK,
SUNGGUH AMAT BAIK

UNTUK SELAMA-LAMANYA
TUHAN YESUS BAIK


TUHAN YESUS BAIK,
SUNGGUH AMAT BAIK

UNTUK SELAMA-LAMANYA
TUHAN YESUS BAIK


YESUS BAIK BAGIMU,
YESUS BAIK BAGIKU

DULU S’KARANG DAN SELAMANYA DIA SUNGGUH BAIK

YESUS BAIK BAGIMU,
YESUS BAIK BAGIKU

DULU S’KARANG DAN SELAMANYA DIA SUNGGUH BAIK


DARI SELAMA-LAMANYA,
SAMPAI SELAMA-LAMANYA

UNTUK SELAMA-LAMANYA
TUHAN YESUS BAIK


Songwriter: Welyar Kauntu


Bertumbuh dalam Persoalan

Posted On 07.11 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Semua manusia mengalami masalah. Tidak ada seorangpun yang terlindungi dari penderitaan karena kehidupan adalah serangkaian masalah. Setiap kali anda memecahkan satu masalah, masalah lain sudah menanti untuk muncul. Tidak semua masalah itu besar, bahkan ada yang sangat kecil yang mudah untuk diselesaikan, tetapi semuanya penting dalam proses
pertumbuhan yang disiapkan Allah bagi kita. Allah memiliki suatu tujuan di balik masalah. DIA menggunakan keadaan-keadaan untuk mengembangkan karakter kita.
Petrus meyakinkan kita bahwa masalah-masalah itu normal, dengan mengatakan “Janganlah heran, apabila kelak mengalami ujian yang berat sebab itu bukan sesuatu yang luar biasa.” Allah memakai masalah-masalah yang seperti berat untuk menarik kita lebih dekat kepada diri-Nya. Alkitab mengatakan,”Tuhan itu dekat pada orang-orang yang patah hati dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (Mazmur 34:18)
Pengalaman-pengalaman penyembahan anda yang paling hebat dan mendalam mungkin bisa jadi adalah dalam masa-masa tersulit anda yakni ketika anda patah hati, ketika anda merasa ditinggalkan, ketika anda tidak dipilih, atau sedang dalam penderitaan yang luar biasa, disitulah Anda datang kepada Allah dan menaikan doa-doa yang paling murni, sepenuh hati, dan sangat jujur. Dalam penderitaan biasanya kita tidak menaikan doa-doa yang dangkal.
Joni Eareckson menulis,” Ketika kehidupan menyenangkan kita mungkin mengetahui tentang Yesus, menghafal Firman-Nya dan membicarakan-Nya. Tetapi hanya dalam penderitaan kita akan mengenal Pribadi Yesus Kristus”. Karena Allah mau kita
bukan hanya tahu tentang Yesus tetapi terpenting mengenal Pribadi-Nya. Kita mempelajari berbagai hal tentang pribadi Allah di dalam penderitaan karena tidak bisa kita pelajari dengan cara lain. Allah tentu bisa saja mencegah agar Yusuf tidak masuk penjara, mencegah agar Daniel tidak masuk dalam goa singa, mencegah agar Yeremia tidak dimasukan dalam perigi, Mecegah agar Paulus tidak mengalami karam kapal dan aniaya, mencegah tiga pemuda Ibrani agar tidak dibuang dalam perapian yang menyala-nyala, mencegah Ayub tidak mengalami penyakit. tapi Allah membiarkan masalah-masalah tersebut terjadi, dan hasilnya setiap orang datang lebih dekat padan-Nya. Masalah-masalah juga mendorong kita bergantung sepenuhnya pada DIA bukan pada diri kita.
Paulus memberikan kesaksian tentang hal ini. “ Kami merasa, ajal kami hamper tiba, kami sadar bahwa kami tidak berdaya menolong diri sendiri, tapi hal itu baik supaya kami menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah. Hanya Dialah yang dapat menyelamatkan kami”. (1 Korintus 1:8-10)
Dengan masalah-masalah kita dapat mengenal Pribadi Allah yang sesungguhnya. Bukan sekedar tahu yang tertulis dalam Alkitab, atau dengar dari pengkhotbah tapi benar-benar kita Mengalami sendiri pribadi yang penuh kasih itu, bukan kata orang. Mengalami sendiri kuasa yang besar bukan kata orang. Mengalami mujizat-Nya, bukan hanya kata pendeta.
Allah kita bukan sekedar senang berbicar saja tapi lebih senang dengan pembuktian. Kita mendengar DIA penyembuh yang ajaib. itu benar . tapi Allah mau kita mengalami kuasa kesembuhan itu. untuk itu terlebih dahulu DIA ijinkan kita mengalami sakit. Walaupun itu terjadi karena iblis, tapi itu semua seijin-Nya karena DIA pemegang kendali. Tuhan menggunakanya untuk kebaikan walaupun iblis dan lainnya bermaksud untuk keburukan. Ingat Roma 8:28-29..” Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya”. Inilah tujuan Allah.Amin.

Oleh Pdt.Samuel Gerungan


Selasa, 16 Agustus 2011

Nonton terus dan tidak Ibadah,apa akibatnya?

Posted On 16.17 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Nonton TV Dapat Memperpendek Usia

Selama ini, televisi dianggap menjadi sarana hiburan utama di rumah. Namun, terlalu banyak televisi ternyata bisa mengurangi usia Anda. Kesimpulan ini didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan di Australia.


Penelitian yang kemudian dimuat di British Journal of Sports Medicine ini menyebutkan, tiap satu jam menonton televisi bisa mengurangi usia sebanyak 22 menit, untuk orang yang berusia di atas 25 tahun.


Dr Lenner Veerman, salah satu penulis jurnal, kemudian mengatakan, menonton televisi memiliki risiko mengurangi usia yang sama dengan merokok dan obesitas. "Ketika usia yang berkurang akibat rokok menurun, tapi tidak demikian dengan menonton TV, yang memiliki dampak ke tingkat populasi," kata Veerman, yang juga peneliti dari Universitas Queensland.


Tahun lalu, penelitian di Australia menunjukkan, satu jam menonton TV menyebabkan risiko kematian dini yang meningkat menjadi 8 persen.


"Kami melakukan penelitian itu dan kemudian kami terjemahkan bahwa harapan hidup di Australia bergantung kepada berapa lama kita menonton TV," ucap Veerman.


Masyarakat Australia rata-rata menonton TV selama dua jam sehari. Ini menyebabkan harapan hidup sejak lahir berkurang 1,8 tahun untuk laki-laki dan 1,5 tahun untuk perempuan, menurut penelitian.


Terlalu banyak duduk (di depan televisi), dan kurang olahraga memang selama ini diasosiasikan dengan meningkatnya risiko kematian. "Secara logika, kita tahu bahwa aktivitas fisik baik untuk kesehatan. Tentu kurang latihan tidak baik untuk kesehatan," ucap Veerman.


Penelitian ini sendiri juga dibuat berdasarkan survei danobservasi yang dilakukan sejak tahun 1999 - 2000 dengan partisipan sebanyak 11 ribu orang, yang berusia di atas 25 tahun. Partisipan ini kemudian melaporkan berapa lama mereka menonton televisi dan video, sebagai aktivitas utama. Ini tidak termasuk menonton tv sambil menyetrika atau memasak.


Penelitian kemudian menunjukkan seseorang yang menonton TV lebih dari enam jam sehari memiliki usia yang berkurang 4,8 tahun, dibanding uang tidak menonton TV. (The Guardian | umi)

''MAKANYA MANFAATKANLAH WAKTU IBADAH UNTUK BERIBADAH,JANGAN CUMA NONTON TERUS''

"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25).


sumber : http://us.wap.vivanews.com/news/read/241195-menonton-tv-dapat-memperpendek-usia


Embrio Bencana Besar

Posted On 05.45 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Es Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat
(sumber: http://www.inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Perhitungan PBB mengenai masa leleh es Kutub Utara bisa jadi salah. Ilmuwan MIT perkirakan es Kutub Utara akan meleleh 4 kali lebih cepat.

Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) membantah penyataan Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai perubahan iklim, yang menyebutkan bahwa es Kutub Utara akan habis meleleh pada 2100. Seperti dilansir International Business Times , menurut prediksi MIT, es di Kutub Utara akan meleleh dengan laju empat kali lebih cepat daripada yang dilaporkan PBB.

Pierre Rampal dari departmen Earth, Atmosphere and Planetary Sciences, MIT, mengingatkan, prediksi ini mungkin berbeda-beda dengan kenyataan di berbagai tempat, karena ada perbedaan data pada model Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dengan fakta sebenarnya, sehingga prediksi itu tidak akurat. 

Data tersebut memprediksi dengan menggunakan variabel perubahan temperatur. Jadi laporan PBB melupakan keberadaan variabel dorongan mekanis dalam pengukuran waktu leleh es. Dorongan mekanis yang dimaksud misalnya arus angin yang menerpa es serta gelombang laut yang dapat menghantam dinding es. Seiring perubahan suhu yang terjadi berulang-ulang, es juga akan jadi lebih rapuh, sehingga es jadi lebih cepat meleleh.


Senin, 01 Agustus 2011

KKR Roh Kudus Gerbang Kemuliaan Allah

Posted On 21.48 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Puji syukur kepada Tuhan Yesus dimana oleh pertolongan Tuhan Jemaat GPdI Gilgal Tompaso boleh melaksanakan KKR yang mengambil sub tema:"Roh Kudus Gerbang Kemuliaan Allah" yang dilaksanakan pada tanggal : 25 juli-31 juli 2011.






Untuk dokumentasi selengkapnya dapat dilihat di Gilgal Galery