Tampilkan postingan dengan label Renungan Pergumulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Pergumulan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

Tenang dan Percaya Letak Kekuatan Kita

Posted On 14.13 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Bacaan : Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, 
(Yesaya 30:15 ITB)

Paskah atau kebangkitan adalah hari kemenangan bagi umat yang percaya kepada Yesus Kristus. Dalam menghayati dan merenungkan betapa Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Biarlah firman ada dalam hati kita dan Yesus selalu ada dalam hati orang yang percaya kepada-Nya.
        Firman Allah katakan “pada mulanya adalah firman. Fiman bersama-sama dengan Allah, dan firman itu adalah Allah”. Jadi firman Allah kita simpan dalam hati kita dan berlakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbahagialah orang yang hidup sesuai Firman, walaupun sering menemui pergumulan dan tantangan tapi kalau kita bertobat dan tinggal diam akan diselamatkan.
        Paskah adalah normalisasi bagi kehidupan, siapa yang datang pada-Nya harus sanggup memikul beban sebab bagi orang percaya tidak binasa tapi memperoleh hidup yang kekal. Kita harus bangkit dan serukan nama Yesus, sebab hanya Allah yang bangkit dan hidup, oleh sebab itu kita harus memaknai paskah kebangkitan Yesus Kristus. Hidup kita harus sesuai dengan cara Tuhan, atau keinginan Tuhan.
        Damai sejahtera Ku berikan kepadamu, apa yang kita minta pasti Tuhan berikan, walaupun sedikit tapi ada sukacita pasti dicukupkan oleh Tuhan. Firman Tuhan katakan “Mintalah maka kamu akan diberikan, ketuklah maka kamu akan di bukakan”. Agar kita diberkati, harus hidup dengan cara Tuhan, menyenangkan hati Tuhan  karena Tuhan sudah membayar lunas dosa-dosa kita. Allah tidak memilih orang, tapi diberkati bagi semua orang yang memiliki Roh kudus yang tinggal tenang dan percaya.
     Jadi dalam kehidupan orang yang percaya harus selalu hidup takut akan Tuhan agar berkat selalu melimpah dalam hidup ini. H A L E L U Y A . . . !!!


Rabu, 21 Maret 2012

Kuasa Ibadah

Posted On 18.22 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar



Bacaan : Ibrani 10 : 25


Dapatkah seorang menjadi Kristen tanpa beribadah. Jawabannya mungkin saja, tetapi orang itu akan sam dengan :
 Seorang murid yang tidak bersekolah,
 seorang Tentara tanpa kesatuan,
 seorang pemain sepak bola tanpa keseblasan.
Ibadah Kristen memiliki dua aspek pengertian. Ibadah secara general (Umum) adalah seluruh kegiatan atau aktifitas hidup seorang Kristen. Dimana seluruh hidupnya harus dilakukan dalam rangka ibadah. Kemudian ibadah secara special (khusus) yaitu kegiatan orang Kristen yang diatur sedemikian rupa dalam bentuk sebuah acara khusus.
Ibadah dalam pengertian khusus adalah kegiatan bersama dalam sebuah pertemuan dimana setiap anak-anak Tuhan berkumpul menyembah dan memuji Tuhan serta mendengarkan firman Tuhan saling bersekutu didalam kasih.
1. Berguna untuk hidup sesame anak Tuhan (Ibrani 10:25)
a. Lewat Ibadah kita dapat menguatkan sesama.
b. Lewat Ibadah kita dapat saling menasehati.
c. Lewat ibadah kita dapat saling membagi kasih
2. Berguna untuk hidup yang sekarang ini(I Timotius 4:8) “Ibadah itu mengandung janji”
a. Makanan dan minuman dijamin (Kel. 23:25)
b. Segala penyakit dilalukan (Kel. 23:25)
c. Segala sesuatu ditambahkan (Mat. 6:33)
3. Berguna untuk hidup yang akan datang (I Timotius 4:8) “Ibadah mengandung janji, untuk hidup yang akan datang”
a. Menjadi jaminan untuk menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan (keselamatan) Ibrani 12:28.
b. Menjadi sarana untuk mengumpul harta disurga
c. Menjadi salah satu alat ukur untuk menentukan mana orang fasik dan orang benar. Maleaki 3:18. Amin……!!!

Liputan Khotbah
Oleh. Ibu. A. Leppa Mewengkang, S.Pd


Selasa, 20 Maret 2012

Iman Abraham

Posted On 08.09 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar



Bacaan : Roma 4 : 16-25


Ayat ini menunjang taurat tapi juga iman Abraham. Kita harus memiliki iman seperti Abraham. Galatia 3:9, jelas firman Tuhan katakan mereka yang hidup dari iman, mereka diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.
Ada 4 Hal yang harus diperhatikan oleh jemaat Tuhan :
1. Agar kita memiliki Iman Abraham.
Bagaiman iman Abraham, apakah ia percaya kepada Tuhan ? ayat 17, Allah telah menetapkan Abraham menjadi bapa banyak bangsa, kepada-Nya Abraham percaya yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Jadi kita harus jadi seperti iman Abraham, dalam mengiring Tuhan harus konsekuen, sebab Tuhan tetap siapkan apa yang kita perlukan, dari yang tidak ada menjadi ada, asalkan sungguh-sungguh kepada Allah yang juga sanggup membangkitkan orang mati. Iman Abraham diuji oleh Allah melalui anaknya, Abraham tetap melakukan perintah Tuhan, dia percaya pasti Tuhan yang akan mengadakan apa yang di perlukan.
2. Berharap dan percaya kepada Tuhan yang Supra Natural.
Berharap sungguh kepada-Nya, Dialah yang sanggup mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada, yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ayat 18-19, Abraham berharap dan percaya kepada Tuhan, walau usianya sudah 100 tahun, tubuhnya sudah sangat lemah juga istrinya rahimnya telah tertutup, tapi Abraham tidak putus asa, sebab Allah baik, sungguh baik dan teramat baik.
3. Percaya dan yakin akan janji Allah yang pasti.
Setiap janji dan tulisan dalam alkitab pasti akan terjadi bagi kita, jangan bimbang dan ragu terhadap janji Tuhan, Dia tidak pernah berdusta asal hidup kita tetap melayani Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya. Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka engkau akan mendapat. Janji Allah pasti bagi kita.
4. Kalau kita beriman dan berharap, yakinlah berkat kekekalan jadi bagian kita.
Berkat kekal adalah berkat yang awal dan yang akhir, asalkan kita selalu berharap dan bersandar kepada-Nya.
Ibrani 11:6, Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Amin….!!!

Liputan Khotbah
Oleh. Bpk. Pdt. M. D. Sumual


Jumat, 16 Maret 2012

Penghormatan Bagi Tuhan

Posted On 07.55 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar



Bacaan : Mazmur 95 : 6-11


Dalam perjalanan kehidupan kita, harus merespon pertolongan Tuhan dan marilah kita sujud menyembah kepada Tuhan yang menjadikan kita. Oleh sebab itu, harus hormat kepada Tuhan, Dialah Allah kita dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya.sebagai jemaat Tuhan harus pusatkan hati kita kepada Allah dan selalu memuji dan menyembah Dia yang luar biasa dalam hidup ini. Kita harus peka terhadap suara Tuhan, jangan keraskan hati kita, harus ada rasa syukur kepada Allah karena kita sebagai umat Allah selalu merasakan pertolongan Tuhan. Firman Allah yang menjadi jaminan bagi orang yang percaya kepada-Nya dengan mendengar suara Tuhan. Bangsa Israel menyakiti hati Tuhan tetapi Tuhan ingatlkan supaya jangan keraskan hati agar supaya tetap diberikan jalan yang terbaik kepada bangsa Israel, sebab hanya Dialah yang dapat memberikan pertolongan.
Waktu Musa datang kepada Tuhan, walaupun di padang yang tidak memberi kehidupan, tapi Musa tetap berharap dan bersandar kepada Tuhan sehingga mereka memperoleh atau mendapat air minum. Walaupun bangsa Israel bersungut-sungut tapi Musa juga selalu berdoa dan Tuhan selalu mengadakan apa yang menjadi keperluan mereka. Jemaat Tuhan harus mengenal jalan Tuhan jangan bersungut.
Pengorbanan Tuhan Yesus dikayu salib adalah bukti kasih-Nya bagi kita, harus utamakan Tuhan dalam segala usaha, tugas dan pekerjaan agar supaya Tuhan yang bertindak, tidak ada yang sukar bagi Tuhan.
Akhirnya marilah kita semua tetap setia beribadah kepada Tuhan, karena dengan beribadah dapat bersekutu memuji menyembah Allah, berkomunikasi dengan Tuhan dan sujud menyembah-Nya yang menjadikan kita. Amin….!!!

Liputan Khotbah
Oleh. Bpk. Pdt. E.B. Kalangi, S.Th


Minggu, 04 Maret 2012

Harta di Sorga

Posted On 07.05 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar



Bacaan : II Timotius 1:13-14

Ini merupakan nasihat Paulus kepada Timotius, dalam melayani Tuhan banyak meneteskan air mata,ada pergumulan yang dihadapi bukan berdiam diri saja tapi harus lakukan dengan hati yang tulus kepada Tuhan.Jangan sampaiada yang melayani Tuhan tidak punya ketulusan hati. Dalam bacaan kitapada ayat 13”Peganglah segala seasuatu yang engkau telah dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan mari kita lakukan dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.Tuhan melihat ketulusan hati kita,bukan melihat kekayaan kita.Jadi peganglah firman Tuhan jangan sampai terlepas dari kehidupan,Karena I ni merupakan harta yang indah yang Tuhan sudah berikan,yaitu kebenaran yang kekal.Ayat 14,Peliharalah harta yang indah yang telah dipercayakanNya kepada kita.Yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita adalah melakukan firman dalam kehidapan ini,sebab Allah memperhitungkan segala perjuangan kita dalam melayani Tuhan.Seringkali kita sibuk dengan pekerjaan dunia, dan tidak lagi sibuk dengan pekerjaan atau pelayanan kita kepadaNya. Seperti kegiatan ibadah tidak diperhatikan,doa tidak lagi berjalan dengan baik.Firman Allah katakana, carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkanNya kepadamu.Ada banyak janji Tuhan bagi kita tapi manusia tidak memperhatikan janji Nya pada kita sehingga tidak diberkati,melupakan status sebagai anak Tuhan.Sebagai anak Tuhan harus memelihara harta yang indah yang Tuhan sudah berikan bagi kita,Yesus luar biasa dalam hidup ini oleh sebab itu mari tetap setia,taat sebab Tuhan sanggup memeliharaorang yang berjalan dalam kebenaran.Jangan menjual Yesus dengan kesibukandunia,tapi tetap pelihara iman dan ketaatan,sebab pengharapan hanya kepada Dia. Bukan langkah pertama yang menentukan tapi langkah yang terakhir.Matius 6:19,Janganlah memelihara harta dibumi ,tapi kumpulah harta disorga.Sibuklah dengan Tuhan,pasti diberkati oleh Tuhan dan damai sejahtera Allah jadi bagian kita,dan keselamatan jadi milik kita. Jangan melihat orang lain tapi pandang Yesus.Cari apa didalam dunia ,cari Yesus yang penuh cinta
Akhirnya mari kita cari harta disorga harta yang indah yaitu kebenaran yang tinggal kekal untuk selama-lamanya, walaupun melalui proses tapi yakinlah pasti Tuhan menolong.


Liputan Khotbah
Oleh ; Ibu.R.Lintuwo Pandeirot


Jumat, 06 Januari 2012

Kuat dalam Tuhan

Posted On 00.40 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Bacaan : Kolose 1:2-3



Suratan Paulus kepada Jemaat yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose, kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita menyertai kita semua orang yang percaya.
Firman Allah disampaikan Paulus untuk mengangkat suatu yang penting dalam kehidupan kita sebagai orang percaya harus bertekun dalam iman, kita harus sadari bahwa saat ini kita sedang berlombah dalam Tuhan.
Apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan yaitu harus menanggalkan sesuatu yang tidak berkenan kepada Allah, harus jadi ciptaan baru, dan kita harus katakana “saya mau setia dalam Tuhan”, tanggalkan semua beban dan jadi saluran berkat bagi banyak orang. Roma 12:11 “Biarlah Roh mu menyala-nyala dan layani Tuhan”. Bangkitkan roh kita dan rahasia untuk bertekun dalam Tuhan harus mengalami proses yaitu sebagai anak Tuhan harus Pikul salib, jangan jadi lemah tapi harus tetap kuat didalam Tuhan, kita harus bayar harga seperti Yesus, harus memperhatikan perkara-perkara Surgawi bukan perkara-perkara duniawi. Kalau beribadah kita harus merasakan suasana surga, tidak tergoncangkan oleh keaadaan dunia ini.
Kita harus memperoleh kekudusan Allah, dan berusaha hidup damai dengan semua orang, seringkali kita menemui masalah tapi berusahalah untuk tidak berlarut-larut, bertekunlah di dalam doa dan beriman kepada Tuhan. Harus menekuni injil Tuhan sebab jerih payah kita tidak sia-sia.
Ada pengharapan yang indah dalam Tuhan sebab rancangan Tuhan adalah damai sejahtera, harus tetap dalam Tuhan jangan tergeser dari pengharapan injil. Kita harus memikirkan perkara di atas, sehingga berkat Allah tetap mengalir dalam hidup kita.
Akhirnya, Marilah kita tetap kuat dalam Tuhan, Dialah sumber berkat dan pertolongan bagi kita. H A L E L U Y A !!!


Oleh. PG. Bpk. S. Watung


Rabu, 04 Januari 2012

Allah akan memakai orang yang memiliki hati yang sungguh dan setia

Posted On 01.53 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Bacaan:Ayub 7:1



Ayub adalah orang yang saleh dan takut akan Tuhan. Dalam perjalanan kehidupannya menemui berbagai pergumulan dan tantangan, tapi Ayub adalah orang yang berhasil dalam hidupnya. Ayub orang yang sudah teruji baik dalam kesulitan, mala petaka dan penderitaan, karena ada saatnya Allah menguji kita, tapi Allah menggantinya dengan kebahagiaan.
Begitu juga dengan kita, tidak sedikit tantangan pergimilan yang kita hadapi, sebab Allah menguji iman kita. Di antara kita ada kalanya sesame jemaat saling melukai satu dengan yang lain, tapi kalau kita mempunyai iman yang teguh pasti ada kemenangan ada keberhasilan asalkan tetap teguh dalam Tuhan .
- Bukankah kita harus bergumul di bumi.
Dalam kehidupan manusia tidak luput dari pergumulan, tapi itu tidak membuat kita mundur melainkan tetap teguh dalam iman kita kepada Dia. Kehidupan kita didunia ini bagaikan sedang berperang, tetap siap dalam menghadapi pergumulan, kita percaya dan yakini bahwa Allah pasti menolong asal kita sanggup membuat hati Tuhan senang. Jadi jangan kita hanya suka yang senang-senang tapi tidak menerima pergumulan.
- Manusia hari-harinya seperti orang upahan.
Hati seseorang hanya Tuhan yang tahu, kejahatan manusia yang tidak dapat diatasi akan mendatangkan murka. Kedatangan Tuhan sudah semakin dekat! Hidup ini akan mengalami kesulitan dengan berbagai pergumulan. Masa sukar akan datang, ekonomi akan semakin merosot tapi imani anak Tuhan tidak akan mengalami murka Allah. Sebagai anak Tuhan harus bertekun dan menang dalam menghadapi masalah hidup, sebab Allah akan memakai orang yang memiliki hati yang sungguh dan setia.
Matius 3:12, alat penampi menggambarkan orang percaya diakhir zaman, orang upahan akan menerima mahkota dari Tuhan Yesus yaitu Mahkota kekal. H A L E L U Y A !!!
“TUHAN YESUS MEMBERKATI

Oleh. Pdt. Bpk. E.B. Kalangi, STh


Selasa, 03 Januari 2012

KECAPLAH DAN LIHATLAH

Posted On 01.22 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Bacaan : Mazmur 34:9-11



Firman Allah katakan kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan. Dalam hidup ini sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, harus merasakan kebaikan baiknya Tuhan. Seperti kata firman “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”. Ini suatu undangan Tuhan buat kita supaya umat yang percaya dapat menikmati kebaikan Tuhan, jadi kita sendiri yang merasakan bukan orang lain. Seperti firman Allah juga katakan, “Satu hal telah ku minta kepada Tuhan itulah yang ku inginkan menikmati kebaikan Tuhan”, tapi seringkali kita mengabaikan undangan Tuhan, sehingga tidak ada sukacita dan damai sejahtera.

Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya. Kalau umat yang percaya merasakan kebaikan Tuhan pasti ada kebahagiaan dalam hidup, karena ini semua karena Tuhan, bukan karena kita kuat, gagah, dan sebagainya. Sukacita, kebahagiaan dunia ini hanya sementara, tapi kebahagiaan dari Tuhan, sampai selama-lamanya. (Yoh 14:27). Jadi kehadiran Tuhan dalam hidup ini, kita boleh rasakan sukacita dan dami sejahteradengan menikmati kebaikan, walaun kita menemui masalah, pergumulan kita bawah itu semua kepada Tuhan, yang walaupun Tuhan sudah lebih dulu mengetahui kedalaman hati kita, kita pasti akan menikmati lawatan Tuhan.

Takutlah akan Tuhan hai orangnya yang kudus, sebab tidak akan mengalami kekurangan. Umat yang percaya kepada Tuhan harus merasa cukup dengan pemberian Tuhan melalui hasil pekerjaan kita

Mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang minta tolong asalkan kita menikmati kedsyatan Tuhan dalam hidup kita, sebab Tuhan berkuasa dan sanggup memberikan apa yang kita perlukan.
TUHAN MEMBERKATI

Oleh Pdm.Welly Woran


Kamis, 27 Oktober 2011

DUA MODEL ORANG PERCAYA

Posted On 18.53 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Alkitab secara tegas mendukung kebenaran tentang adanya kekristenan yang palsu dan kekristenan yang asli dengan memberikan bebrapa contoh perbandingan yaitu :
- Ada domba, ada kambing (Matius 25:31-46)
- Ada Lalang, ada gandum (Matius 13)
- Ada lima bijaksana, ada lima gadis yang kurang bijaksana.
Penampakan secara lahiriah dari kekristenan yang asli dan yang palsu sepertinya sulit dibedakan (misalnya : kambing dan domba, lalang dan gandum) sehingga kadang-kadang keadaan ini membuat mereka yang hidup bersungguh-sungguh menjadi frustrasi dan cenderung tergoda untuk menjadi tidak sungguh-sungguh karena banyaknya orang yang tidak bersungguh-sungguh yang justru kelihatan lebih sukses dari mereka yang justru bersungguh-sungguh. Bandingkan dengan Mazmur 37:1 ; Maleakhi 3;18.
Kalau begitu kita dapat membedakan orang Kristen yang dapat dipercaya dan yang tidak?
Orang Kristen yang dapat dipercaya dan yang tidak dapat dibedakan dari;
1. Daya tahan rohani. Matius 7:24-27.
Kemampuan untuk tetap bertahan secara rohani dapat terlihat justru pada saat persoalan muncul (hujan,angin dan banjir).
- Semua orang Kristen akan dapat terlihat merohani pada saat tidak ada persoalan yang muncul kepermukaan.
- Saat semua persoalan beres, semua orang Kristen mampu bersyukur, saat semua kebutuhan tercukupi semua orang Kristen mampu memuji Tuhan.
- Tetapi pada saat ada kerusuhan, tidak semua orang Kristen mampu menahan diri dan tetap bersabar; saat paceklik tidak semua mampu bersyukur; saat hak-hak orang Kristen diinjak orang tidak semua berdiam diri.
- Contoh : Daya tahan Ayub dibandingkan daya tahan istrinya. (Ayub 2:9-10).
2. Motif Ikut Tuhan. Yoh 6:22.
Motivasi ikut Tuhan yang murni tidak akan pernah membuat seseorang mundur dari Tuhan.
- Beberapa orang mengiring Tuhan karena mengharapkan berkat saja dari Tuhan.
- Yang lain mengharapkan keselamatan saja.
Motif-motif seperti akan mudah dipukul mundur ketika :
- Sang pemberi berkat menahan berkat-Nya.
- Sang penyelamat memberi ujian atau tantangan.
Yesus tidak hanya sekedar juruselamat dan pemberi berkat semata tetapi Ia adalah (Supreme authority=penguasa tunggal). Tanpa motif yang benar seseorang dapat dengan mudah meninggalkan Tuhan karena : Firman yang keras, berkat yang tertunda dan penderitaan.
3. Buah pertobatan dan buah keselamatan. Mat. 7:`17-23, 13:24-30.
Orang Kristen dapat saja memiliki karunia pelayanan yang spektakuler. Tetapi Tuhan mengenal kita dari buah (karakter hidup Kristus). 1 Korintus 13:1-3.

Oleh. PG. Ibu. V. Sondakh Sengkey


Jumat, 21 Oktober 2011

Makna Paskah

Posted On 23.20 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Paskah atau kebangkitan adalah hari kemenangan bagi umat yang percaya kepada Yesus Kristus. Dalam menghayati dan merenungkan betapa Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Biarlah firman ada dalam hati kita dan Yesus selalu ada dalam hati orang yang percaya kepada-Nya.
Firman Allah katakan “pada mulanya adalah firman. Fiman bersama-sama dengan Allah, dan firman itu adalah Allah”. Jadi firman Allah kita simpan dalam hati kita dan berlakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbahagialah orang yang hidup sesuai Firman, walaupun sering menemui pergumulan dan tantangan tapi kalau kita bertobat dan tinggal diam akan diselamatkan.
Paskah adalah normalisasi bagi kehidupan, siapa yang datang pada-Nya harus sanggup memikul beban sebab bagi orang percaya tidak binasa tapi memperoleh hidup yang kekal. Kita harus bangkit dan serukan nama Yesus, sebab hanya Allah yang bangkit dan hidup, oleh sebab itu kita harus memaknai paskah kebangkitan Yesus Kristus. Hidup kita harus sesuai dengan cara Tuhan, atau keinginan Tuhan.
Damai sejahtera Ku berikan kepadamu, apa yang kita minta pasti Tuhan berikan, walaupun sedikit tapi ada sukacita pasti dicukupkan oleh Tuhan. Firman Tuhan katakan “Mintalah maka kamu akan diberikan, ketuklah maka kamu akan di bukakan”. Agar kita diberkati, harus hidup dengan cara Tuhan, menyenangkan hati Tuhan karena Tuhan sudah membayar lunas dosa-dosa kita. Allah tidak memilih orang, tapi diberkati bagi semua orang yang memiliki Roh kudus yang tinggal tenang dan percaya.
Jadi dalam kehidupan orang yang percaya harus selalu hidup takut akan Tuhan agar berkat selalu melimpah dalam hidup ini. H A L E L U Y A . . . !!!

Oleh Ev. Olden Remba Binambuni


Rabu, 21 September 2011

Bertumbuh dalam Persoalan

Posted On 07.11 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Semua manusia mengalami masalah. Tidak ada seorangpun yang terlindungi dari penderitaan karena kehidupan adalah serangkaian masalah. Setiap kali anda memecahkan satu masalah, masalah lain sudah menanti untuk muncul. Tidak semua masalah itu besar, bahkan ada yang sangat kecil yang mudah untuk diselesaikan, tetapi semuanya penting dalam proses
pertumbuhan yang disiapkan Allah bagi kita. Allah memiliki suatu tujuan di balik masalah. DIA menggunakan keadaan-keadaan untuk mengembangkan karakter kita.
Petrus meyakinkan kita bahwa masalah-masalah itu normal, dengan mengatakan “Janganlah heran, apabila kelak mengalami ujian yang berat sebab itu bukan sesuatu yang luar biasa.” Allah memakai masalah-masalah yang seperti berat untuk menarik kita lebih dekat kepada diri-Nya. Alkitab mengatakan,”Tuhan itu dekat pada orang-orang yang patah hati dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (Mazmur 34:18)
Pengalaman-pengalaman penyembahan anda yang paling hebat dan mendalam mungkin bisa jadi adalah dalam masa-masa tersulit anda yakni ketika anda patah hati, ketika anda merasa ditinggalkan, ketika anda tidak dipilih, atau sedang dalam penderitaan yang luar biasa, disitulah Anda datang kepada Allah dan menaikan doa-doa yang paling murni, sepenuh hati, dan sangat jujur. Dalam penderitaan biasanya kita tidak menaikan doa-doa yang dangkal.
Joni Eareckson menulis,” Ketika kehidupan menyenangkan kita mungkin mengetahui tentang Yesus, menghafal Firman-Nya dan membicarakan-Nya. Tetapi hanya dalam penderitaan kita akan mengenal Pribadi Yesus Kristus”. Karena Allah mau kita
bukan hanya tahu tentang Yesus tetapi terpenting mengenal Pribadi-Nya. Kita mempelajari berbagai hal tentang pribadi Allah di dalam penderitaan karena tidak bisa kita pelajari dengan cara lain. Allah tentu bisa saja mencegah agar Yusuf tidak masuk penjara, mencegah agar Daniel tidak masuk dalam goa singa, mencegah agar Yeremia tidak dimasukan dalam perigi, Mecegah agar Paulus tidak mengalami karam kapal dan aniaya, mencegah tiga pemuda Ibrani agar tidak dibuang dalam perapian yang menyala-nyala, mencegah Ayub tidak mengalami penyakit. tapi Allah membiarkan masalah-masalah tersebut terjadi, dan hasilnya setiap orang datang lebih dekat padan-Nya. Masalah-masalah juga mendorong kita bergantung sepenuhnya pada DIA bukan pada diri kita.
Paulus memberikan kesaksian tentang hal ini. “ Kami merasa, ajal kami hamper tiba, kami sadar bahwa kami tidak berdaya menolong diri sendiri, tapi hal itu baik supaya kami menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah. Hanya Dialah yang dapat menyelamatkan kami”. (1 Korintus 1:8-10)
Dengan masalah-masalah kita dapat mengenal Pribadi Allah yang sesungguhnya. Bukan sekedar tahu yang tertulis dalam Alkitab, atau dengar dari pengkhotbah tapi benar-benar kita Mengalami sendiri pribadi yang penuh kasih itu, bukan kata orang. Mengalami sendiri kuasa yang besar bukan kata orang. Mengalami mujizat-Nya, bukan hanya kata pendeta.
Allah kita bukan sekedar senang berbicar saja tapi lebih senang dengan pembuktian. Kita mendengar DIA penyembuh yang ajaib. itu benar . tapi Allah mau kita mengalami kuasa kesembuhan itu. untuk itu terlebih dahulu DIA ijinkan kita mengalami sakit. Walaupun itu terjadi karena iblis, tapi itu semua seijin-Nya karena DIA pemegang kendali. Tuhan menggunakanya untuk kebaikan walaupun iblis dan lainnya bermaksud untuk keburukan. Ingat Roma 8:28-29..” Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya”. Inilah tujuan Allah.Amin.

Oleh Pdt.Samuel Gerungan


Jumat, 17 Juni 2011

Hidup Dengan Tuhan

Posted On 20.21 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Bacaan:Kolose 2:6-7

Suratan Paulus kepada Jemaat diKolose, kamu telah menerima Kristus Yesus Tuhan kita, karene itu hendaklah hidupmu tetap didalam Dia. Kita sudah ikut Tuhan, tapi itu belum cukup, harus di isi dengan kebenaran firman Allah. Sebab dalam hidup ini banyak pergumulan, tantangan, tapi kita serahkan kepada-Nya karena Dia di atas segala-galanya. Jika dalam percobaan, Rasul Paulus katakan kita harus tetap di dalam Tuhan. Kata tetap disini artinya Hidup dengan Tuhan terus, harus selalu iring Tuhan, Tetap hidup dalam Tuhan ada jaminan dalam hidup ini.
Ayat 7, Hendaklah kamu berakar di dalam Dia. Hidup ini harus dengar Firman Tuhan agar iman kita tetap kuat dalam Tuhan. Maz 1:3 “Ia seperti Pohon yang ditanam ditepi aliran air. Walaupun panas berkepanjangan, tapi pohon tetap ada air, tidak akan kering, demikian kita anak Tuhan kalau sudah di isi Firman Allah kita adalah anak Tuhan yang berakar dalam Tuhan.
Demikian juga harus dibangun diatas Dia. Saudara mau di bangun di atas Dia? Jadi Tuhan diatas segala-galanya yang merupakan dasar iman kita. Adakalanya kita diberikan tugas, seolah-olah kita katakana tidak mampu, harus serahkan kepada Tuhan. Anak Tuhan harus melekat dalam Dia, sehingga dapat membangun hidup ini dalam Tuhan, harus memiliki kuasa Roh yang menjadi kekuatan kita.
Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu. Kita orang percaya harus memiliki iman yang teguh di dalam Tuhan, jangan goyah, sebab iman sangat diperlukan dalam hidup ini. Percaya sungguh kepada Tuhan, dengan iman sakit penyakit sembuh dalam nama Yesus dan berkat Allah melimpah dalam hidup kita.
Hendaklah hatimu melimpah dengan syukur, artinya berbuat untuk Allah. Jangan gunakan hidup ini dengan cara dunia, tapi melekukan hal-hal yang berkenan kepada Allah, ada kerendahan hati supaya tetap berkenan kepada Allah
H A L E L U Y A !!!

Oleh PG Bpk Jemy Leppa


Minggu, 27 Februari 2011

Kuat Dalam Tuhan

Posted On 23.26 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Bacaan:1 Samuel 17:28-31, 40-42

Firman Allah datang kepada saya dan saudara, agar dapat merubah hidup kita supaya selalu mempraktekkan firman Allah dalam kehidupan kita sehari-hari.
Bagaimana Daud dapat mengalahkan orang filistin yang dipimpin oleh Goliad yang badannya besar, orang filistin meremehkan Daud. Bangsa Israel seolah-olah takut kepada orang filistin tetapi Daud adalah orang yang takut akan Tuhan, sehingga dia mampu menghadapi orang-orang filistin. 1 Samuel 16:7 “Janganlah pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya.” Sebab Tuhan melihat hati Daud yang mengandalkan Tuhan, bukan hatinya Goliad. “Orang yang percaya kepada-Nya harus teguh berdiri dan hati-hatilah supaya jangan jatuh” 1 Korintus 10:12. Marilah kita saling menguatkan, jangan meremehkan orang lain, sebab terkadang kita kuat terkadang kita lemah.
2 Korintus 10:17 “Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah didalam Tuhan”, jadi dalam hidup ini kita harus tahan uji dalam menghadapi kehidupan ini. Daud dapat mengalahkan orang filistin dengan tidak mengandalkan kekuatannya atau membawa alat-alat untuk berperang, tapi dengan Nama Tuhan dan kerendahan hati. Daud tahu siapa dia dihadapan Tuhan dan dia yakin dalam melawan orang filistin hanya dengan pembelaan Tuhan.
Efesus 6:10 “Hendaklah kamu kuat didalam Tuhan, didalam kekuatan kuasa-Nya”. Kita berdoa agar Tuhan tetap memberikan kesetiaan-Nya dan kita harus saling mengampuni sebab Tuhan lebih dulu mengampuni kita. Kita Jemaat Tuhan, harus menjadi contoh terhadap orang lain, saling membangun antara satu dengan yang lain, agar kita tetap diberkati oleh Tuhan juga tetap setia dalam Tuhan. Dan kita memiliki karakter-karakter Daud. HALELUYA !!!

Oleh. PG. Ibu. M. Poli Langi, SP


Minggu, 22 Agustus 2010

Hidup ini Singkat

Posted On 23.06 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar


Bacaan:
"Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku." (Mazmur 119:19).

Alkitab mengajarkan sifat kehidupan di bumi hanya singkat, sementara dan fana.
Kehidupan itu digambarkan seperti uap, bayang-bayang, atau rumput.
Untuk memanfaatkan kehidupan di dunia ini kita jangan melupakan dua kebenaran ini: -Pertama, dibandingkan kekekalan kehidupan didunia ini amatlah singkat.
-Kedua bumi hanyalah tempat kehidupan sementara. Kita tidak lama berada disini, jadi jangan terlalu terikat pada bumi. Minta agar Tuhan membantu kita melihat kehidupan di bumi sebagaiman maksud-Nya.
Alkitab menggambarkan kehidupan di bumi yang sementara ini seperti kita berada di sebuah negeri asing. Artinya bumi bukanalah rumah tetap kita atau tujuan akhir kita. Kita hanya berkunjung ke bumi atau hanya lewat.
"Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat," (Filipi 3:20).
Alkitab menggunakan istilah-istilah pendatang, pengunjung Musafir dll untuk menggambarkan kediaman kita yang singkat ini dibumi. Hidup kita yang sebenarnya ada disurga disitulah tanah air kita.

Bila kita memahami kebenaran ini, kita akan berhenti cemas memikirkan soal ingin memiliki semuanya di bumi.
Allah berbicara dengan sangat jelas tentang bahayanya jika kita hidup demi waktu sekarang atau hidup hanya untuk hal-hal yang sementara saja. Prioritas, nilai-nilai, gaya hidup hanya berkisar di sekeliling kita atau di bumi ini.
Alkitab berkata dengan sangat jelas dalam
1 Petrus 2:11.. "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa."

Allah meperingatkan kita agr tidak terikat pada apa yang ada disekeliling kita karena semua itu bersifat sementara. Dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya kehidupan sekarang ini paling enak. Dengan adanya kemajuan teknologi Kita terus menerus di hibur lewat Media yang menarik perhatian, dengan pertunjukan-pertunjukan yang menawan, juga dengan berbagai kemudahan karena kecanggihan membuat kita jadi lupa bahwa tujuan utama hidup Allah untuk kita bukanlah kesenangan atau kebahagiaan.
Sebetulnya kita di bumi adalah duta-dutanya Sorga. Allah mempunyai rencana bagi kita. kita ada karena tujuan Allah.
Kita hadir di bumi bukan sekedar untuk kesenangan atau memenuhi kebutuhan hidup saja. Tujuan Allah kelak kita menjadi kesenangan Allah untuk waktu yang kekal disuga. Lewat melayani Allah dan sesama di bumi.
Fakta bumi bukanlah rumah terakhir kita memperjelas mengapa, sebagai pengikut pengikut Yesus, kita mengalami kesulitan, penderitaan penolakan dll.
Ini Allah ijinkan agar kita menyadari dan merindukan Sorga sebagai satu-satunya tempat yang tidak ada penderitaan.
Fakta lain lagi mengapa Allah tidak menjawab beberapa doa kita, ini untuk menjaga agar kita tidak terlalu terikat pada dunia dan akhirnya merindukan memperoleh sorga yang indah jauh melebihi doa-doa dan kerinduan kita bahkan semua yang ada di dunia ini.
Hal lain lagi Allah membiarkan kita cukup merasa banyak kesedihan, kejenuhan, dll untuk mengingatkan kita hal-hal itu tidak ada Sorga. Untuk itu Allah mau kita berpengharapan akan Sorga.
Menyadari bahwa kehidupan di bumi hanyalah suatu penugasan sementara, seharusnya mengubah cara berpikir kita secara radikal yaitu berpikir dan bertindak yang mengandung nilai kekal bukan nilai-nilai sementara. Bahkan nilai-nilai kekal menjadi penentu bagi keputusan-keputusan kita.
Bagi Allah pahlawan2 iman yang paling besar, bukanalah orang2 yang mencapai kemamuran, atau kesuksesan, melainkan orang2 yang memperlakukan kehidupan ini sebagai suatu penugasan sementara dan melayani dengan setia, sambil mengharapkan apa yang dijanjikan di kekekalan.
Masa hidup anda di bumi bukanlah kisah lengkap kehidupan Anda, Anda harus menanti sampai surga, baru bisa melihat sisa-sisa bab itu. Amin

(Khotbah minggu oleh Pdm.Johny V.M.)


Minggu, 14 Maret 2010

Tuhan Dipihak Kita

Posted On 15.32 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

Bacaan : "TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan." (Mazmur 118:6-9).


Orang yang takut akan Tuhan biasanya memakai mulutnya untuk memuji Tuhan,untuk memuliakan nama Tuhan.Walaupun sebagai orang yang takut akan Tuhan sering juga mengalami pergumulan,mengalami kesesakan,tetapi jika kita memakai mulut kita untuk berseru kepada Tuhan maka kita akan mendapat jawaban dari Tuhan.Karena Ia akan memberi kelegaan kepada kita.
Pemazmur dalam mazmur 118:6 berkata: "TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?".Tuhan ada dipihak kita.Ia siap memberi pertolongan bagi kita yang berseru kepadaNya dan selalu memuliakanNya.Sebagai manusia kita sering mengalami pergumulan yang seakan tiada henti-hentinya,dan seakan berat untuk kita lalui.Tetapi kita percaya ada Tuhan yang memberi kita kekuatan.
Firman Tuhan berkata "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya." (1 Petrus 1:6-7).Hal ini menjelaskan bahwa kita sering mengalami proses dari Tuhan,tapi kita percaya bahwa proses Tuhan itu adalah untuk menguji kemurnian iman kita kepada Tuhan.Itulah sebabnya jangan kita menyerah dengan keadaan,sebab ada Tuhan dipihak kita.Sekalipun ada persoalan,ada himpitan ekonomi,tapi kalau Tuhan dipihak kita,Ia akan membela kita.Karena lebih baik berlindung kepada Allah daripada berlindung kepada manusia.
Ada pepatah berkata "Hidup ini hanya singgah untuk minum".Jadi hidup ini hanya ibarat persinggahan,dan Tuhanlah tempat kita berteduh,yang memberi kenyamanan,dan yang memberikan kelegaan.
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28).


(Khotbah minggu oleh Pg. Ibu Rita Watuseke Kawengian)


Minggu, 28 Februari 2010

Mengikut Yesus Pikul Salib

Posted On 14.13 by GPdI Gilgal Tompaso 0 komentar

"Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Lukas 9:23).

Dalam pelayanan Yesus selama tiga setengah tahun,Yesus memberitakan injil tanpa ada unsur pemaksaan.Yesus hanya menekankan pada dua hal yaitu: "mau dan harus".Tetapi Yesus tidak memaksa pengikutNya,tetapi siapa yang "mau" mengikutnya "harus" memikul salib.
Allah kita adil dan kasih adanya dan Dia menaruh salib bagi pengikutNya sesuai ukuranNya.Orang yang memikul salib harus menyangkal diri.Menyangkal diri memang berat dan itulah salib kita.Tetapi salib itu jangan kita kurangi atau potong untuk meringankan pikulan kita,sebab itu akan membuat kita tidak akan sampai ke tujuan.
Jika ada pikulan dalam hidup kita,ketahuilah ada Tuhan yang memberi kelegaan("Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Matius 11:28),karena sebagai Anak Tuhan ada jaminan didalam Dia,sehingga kita mau berkata apapun yang terjadi terjadilah saya mau tetap ikut Yesus.
Paulus berkata dalam Roma 8:17-18("Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.") bahwa kita adalah anak-anak Allah.Tetapi kita harus juga menerima penderitaan bersama dengan Dia.Ada salib! Apakah itu sakit atau penderitaan,tetapi kita harus menerimanya karena kita adalah pengikut Kristus.
Salib yang diberikan Tuhan itu "pas"("Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."1 korintus 10:13),sebab dibalik itu Allah siapkan jalan.Beban kita berbeda,salib kita berbeda,tetapi jika kita datang pada panggilan Kristus,kita akan mendapat penghiburan,sukacita,dan salib jadi ringan sebab ada Yesus.Sebab penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan yang dijanjikan Allah bagi kita yang berjuang terus sampai Tuhan datang.

(Khotbah minggu oleh Pdt. Yanny Tatuil)